PURWAKARTA || WARTAEXPOST.ID – Kebakaran dahsyat melanda PT Iluva Gravure Industry, yang berlokasi di Kampung Mulyasari, RT 05/RW 02, Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah bagian bangunan pabrik dan menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Petugas pemadam kebakaran bersama unsur terkait masih melakukan penanganan di lokasi hingga Selasa (18/8/2026). Api yang sebelumnya berkobar cukup besar berhasil dipadamkan pada Selasa dini hari sekitar pukul 04.38 WIB.
Meski kobaran api telah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan proses pendinginan (cooling down) guna memastikan tidak terdapat titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Proses pendinginan dilakukan dengan penyiraman di sejumlah area terdampak menggunakan empat unit mobil pemadam kebakaran milik Kabupaten Purwakarta. Petugas juga melakukan penyisiran secara menyeluruh untuk memastikan kondisi lokasi benar-benar aman.
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam memastikan jajaran Polres Purwakarta terus melakukan pemantauan terhadap situasi di lokasi bersama unsur terkait.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area kebakaran selama proses pendinginan masih berlangsung.
“Api sudah berhasil dipadamkan, namun petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api atau bara yang dapat kembali menyala. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” ujar IPTU Tini Yutini.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi yang belum terkonfirmasi terkait peristiwa kebakaran tersebut. Masyarakat diminta menyerahkan proses penanganan dan informasi resmi kepada petugas maupun pihak berwenang.
Hingga proses pendinginan berlangsung, petugas masih melakukan pemantauan di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali bara api.
Sementara itu, nilai kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai miliaran rupiah, namun angka pasti kerugian masih menunggu pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.
**Deni Wijaya



