Kamis, Juni 18, 2026
spot_img
spot_img

Siswa SMK PGRI Telagasari Sulap Sampah Jadi BBM Alternatif, Inovasinya Disaksikan Langsung Wabup Karawang H. Maslani

spot_img

Karawang – Kamis, 18 Juni 2026

WARTAEXPOST.ID – Inovasi teknologi tepat guna kembali lahir dari dunia pendidikan. Siswa SMK PGRI Telagasari, Kabupaten Karawang, berhasil menciptakan mesin pengolah sampah yang mampu mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif setara solar dan bensin melalui teknologi pirolisis.

Inovasi tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, saat melakukan kunjungan kerja ke SMK PGRI Telagasari pada Rabu (17/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wabup meninjau berbagai hasil karya dan inovasi siswa, termasuk mesin ramah lingkungan bernama Insinerator Destilasi.
Mesin hasil rakitan para siswa itu dirancang untuk membantu mengatasi persoalan limbah plastik dan biomassa dengan cara mengubahnya menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai ekonomis.

Kepala SMK PGRI Telagasari, Yanyan Sopyanudin, mengatakan bahwa alat tersebut memiliki prospek yang sangat baik untuk diterapkan di masyarakat karena efisiensi produksi yang tinggi dengan biaya operasional yang relatif rendah. “Alat ini sangat prospektif untuk diterapkan langsung di tengah masyarakat karena efisiensinya tinggi dan biaya produksinya sangat terjangkau,” ujar Yanyan.

Menurutnya, inovasi tersebut lahir dari kolaborasi lintas kompetensi yang melibatkan sekitar 1.740 siswa dari lima program keahlian, yakni Teknik Mesin, Teknik Mekanik Industri, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), dan Teknik Pengelasan.

Yanyan menjelaskan, secara teknis mesin bekerja menggunakan metode pirolisis, yaitu proses pemanasan atau pembakaran sampah plastik di dalam reaktor tertutup tanpa oksigen. Uap panas yang dihasilkan kemudian dialirkan ke pipa kondensor untuk didinginkan hingga berubah menjadi cairan minyak.

“Dari hasil uji coba, setiap 10 kilogram sampah plastik yang diolah mampu menghasilkan sekitar 8 liter minyak cair,” jelasnya saat mendampingi Wakil Bupati Karawang.

Minyak hasil olahan tersebut telah berhasil digunakan sebagai bahan bakar kompor pengganti minyak tanah. Namun demikian, pihak sekolah mengakui bahwa produk BBM alternatif tersebut belum melalui pengujian resmi untuk penggunaan pada kendaraan bermotor.

Meski demikian, pihak sekolah optimistis inovasi tersebut dapat menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus sumber energi alternatif bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, SMK PGRI Telagasari juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Karawang dapat memberikan dukungan, baik dalam bentuk regulasi maupun bantuan pengembangan, sehingga inovasi tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih luas.

“Kami berharap Pemkab Karawang dapat memberikan dukungan dan pengakuan resmi sehingga inovasi ini tidak hanya menjadi karya sekolah, tetapi benar-benar bisa diterapkan di masyarakat,” kata Yanyan.

Ia menegaskan bahwa pihak sekolah terbuka untuk berbagi pengetahuan, formula, serta cara perakitan mesin kepada masyarakat maupun pihak lain yang ingin mengembangkan teknologi serupa.

“Kami berharap ada peluang dukungan, termasuk bantuan melalui APBD Karawang, agar inovasi ini bisa diterjunkan dan dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat luas,” pungkasnya.

*Jamal

Baca Juga

Artikel Lainnya

Top News

Peristiwa

- Advertisement -spot_img

Pilihan Redaksi

Populer