BENGKULU UTARA || WARTAEXPOST.ID – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM MAUNG Kabupaten Bengkulu Utara menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan kebangsaan kepada masyarakat.
Ketua DPC LSM MAUNG Kabupaten Bengkulu Utara, Harinton, mengatakan momentum kemerdekaan menjadi pengingat pentingnya mengisi kemerdekaan melalui pengabdian, kerja yang jujur, serta kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.
“Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Merdeka! Di momen bersejarah ini, segenap keluarga besar DPC LSM MAUNG Kabupaten Bengkulu Utara mengucapkan syukur dan terima kasih kepada para pahlawan yang telah berkorban. Semoga Indonesia senantiasa menjadi negara yang adil, makmur, dan benar-benar merdeka dari segala bentuk penindasan,” ujar Harinton di Bengkulu Utara, Rabu (12/8/2026).
Filosofi Maung: Mandiri, Teguh, dan Mengandalkan Akal Budi
Harinton menjelaskan, nama MAUNG yang identik dengan harimau menjadi bagian dari filosofi organisasi dalam menjalankan peran sosialnya.
Menurutnya, karakter harimau yang dikenal mandiri, tangguh, dan memiliki kemampuan bertahan menjadi inspirasi bagi jajaran LSM MAUNG dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Kami mengambil filosofi dari harimau, makhluk yang biasanya tidak bergerombol atau berkelompok besar, namun berjalan tegak, berani, dan tetap tangguh menghadapi segala tantangan. Kami sadar, menjadi mandiri berarti harus kuat berdiri di atas kaki sendiri, tidak mudah terombang-ambing, dan tidak menyembunyikan kelemahan di balik keramaian,” katanya.
Harinton menegaskan, sikap independen yang dipegang organisasinya bukan berarti menempatkan diri berseberangan dengan pemerintah maupun pihak lain. Menurut dia, independensi diperlukan agar organisasi dapat menjalankan fungsi sosial dan pengawasan secara objektif.
“Kemandirian kami bukan berarti anti-pemerintah atau anti-pihak lain. Justru dengan berdiri tegak sendiri, kami bebas dari belenggu kepentingan politik praktis maupun kelompok tertentu. Kami bekerja dengan niat tulus sebagai ibadah dan pengabdian, semata-mata ingin mewujudkan negara yang lebih baik, hukum yang ditegakkan dengan lurus, dan kedaulatan rakyat yang terjaga,” ujarnya.
Mengedepankan Bukti dan Landasan Hukum
Lebih lanjut, Harinton mengatakan perjuangan organisasi tidak dilakukan dengan mengedepankan kekuatan fisik, keramaian, maupun tekanan. Ia menyebut argumentasi, bukti, akal sehat, dan landasan hukum sebagai dasar dalam menjalankan fungsi organisasi.
“Kami tidak mengandalkan otot, keramaian, atau ancaman. Kami mengandalkan otak, akal sehat, bukti nyata, dan landasan hukum yang kuat. Seperti halnya Maung yang mengandalkan ketajaman mata dan strategi, kami bergerak cermat, teliti, dan taktis dalam mengawal kebijakan serta mengawasi jalannya pemerintahan,” tuturnya.
Ia menambahkan, LSM MAUNG berkomitmen menjaga independensi dan tidak ingin terikat pada kepentingan kelompok tertentu.
“Kami tidak ingin terkontaminasi kepentingan yang hanya menguntungkan segelintir orang, karena tugas kami adalah menjaga kesejahteraan seluruh rakyat,” kata Harinton.
Kemerdekaan Diisi dengan Pengabdian
Dalam kesempatan tersebut, Harinton mengajak masyarakat, khususnya di Kabupaten Bengkulu Utara, untuk memaknai kemerdekaan tidak sebatas melalui perayaan, tetapi juga dengan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
“Isilah kemerdekaan ini dengan pengabdian yang tulus, kerja yang jujur, dan sikap yang berani menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Jadilah seperti Maung yang menjaga wilayahnya dengan berani namun tetap bijaksana,” katanya.
Harinton berharap semangat kemerdekaan dapat memperkuat kebersamaan serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
“Jangan biarkan kepentingan golongan mengalahkan kepentingan rakyat banyak. Bersama kita wujudkan Bengkulu Utara dan Indonesia yang semakin bersih, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.
Ia kemudian menyampaikan ucapan, “Sekali merdeka, tetap merdeka! Dirgahayu Republik Indonesia!”
**TIM/RED



