Rabu, Mei 20, 2026
spot_img
spot_img

Dua Wisatawan Karawang Hilang Diduga Tertimbun Longsor di Curug Cileat Subang

spot_img

SUBANG – Jumat, 15 Mei 2026

WARTAEXPOST.ID – Bencana longsor terjadi di kawasan wisata Curug Cileat, Kampung Cibago RT 14 RW 04, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Dua wisatawan asal Kabupaten Karawang dilaporkan hilang setelah diduga tertimbun material longsor saat berada di lokasi wisata alam tersebut.

Peristiwa tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Subang sejak siang hari. Intensitas hujan tinggi menyebabkan tebing di sekitar area Curug Cileat longsor dan menimbun sebagian kawasan wisata.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, kedua korban saat itu tengah berada di sekitar curug bersama tiga rekannya. Mereka diketahui sedang berfoto sebelum tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah tebing.

Tiga orang berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah longsoran terjadi. Namun dua wisatawan lainnya diduga tidak sempat menghindar hingga tertimbun material tanah dan bebatuan.

Baca Juga  Kasus Pengeroyokan di Karawang Kembali Disorot, Proses Hukum Dipertanyakan, Polisi Diminta Tuntaskan

Kedua korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Alda Apriliani (22), warga Cikampek, Kabupaten Karawang, dan Winda Limbong (20), warga Kosambi, Karawang.

Mendapat laporan kejadian tersebut, Tim BPBD Kabupaten Subang langsung menuju lokasi untuk melakukan assessment dan berkoordinasi dengan aparat setempat. Tim SAR gabungan kemudian diterjunkan guna melakukan pencarian di titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban.

Petugas Tim Pelaporan Unit Data dan Informasi BPBD Subang, Ade Suhenda, mengatakan proses pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Kabupaten Subang, TNI, Polri, Tagana, Puskesmas Cisalak, aparatur Desa Mayang hingga masyarakat sekitar.

“Posko didirikan untuk mempermudah koordinasi dan penanganan di lapangan. Akses menuju lokasi bencana sampai saat ini masih bisa dilalui,” ujarnya.

Baca Juga  Setelah Hampir Dua Hari Pencarian, Dua Wisatawan Korban Longsor Curug Cileat Subang Ditemukan Tim SAR

Posko penanganan darurat berada sekitar empat kilometer dari titik longsor untuk mendukung proses evakuasi dan koordinasi petugas di lapangan.

BPBD juga mengingatkan bahwa kawasan Curug Cileat dan sejumlah wilayah Subang selatan merupakan daerah rawan longsor karena berada di kawasan perbukitan dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap pergerakan tanah, terutama saat curah hujan meningkat.

Wilayah yang dinilai memiliki potensi longsor antara lain Kecamatan Cisalak, Tanjungsiang, Sagalaherang hingga kawasan yang terhubung dengan lereng Gunung Tangkuban Parahu.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras mengguyur kawasan pegunungan dan daerah dengan kontur tanah labil.

Hingga Jumat malam, proses pencarian terhadap kedua korban sementara dihentikan akibat cuaca buruk dan minimnya pencahayaan. Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Sabtu (16/5/2026) dengan tetap memperhatikan potensi longsor susulan di lokasi kejadian.

Parlin

Baca Juga

Artikel Lainnya

Top News

Peristiwa

- Advertisement -spot_img

Pilihan Redaksi

Populer